Tampilkan postingan dengan label berita ukm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita ukm. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Desember 2017

Ukm Memiliki Hak Cipta dan Hak Merek Tanpa Dipungut Biaya

Ukm Memiliki Hak Cipta dan Hak Merek Tanpa Dipungut Biaya - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) sepanjang tahun 2017 telah memfasilitasi 3000 lebih pelaku UKM untuk mendapatkan hak cipta dan hak merek. Pendaftaran hak cipta dan hak merek dapat dilakukan melalui Kementerian Hukum dan HAM tanpa dipungut biaya.

"Kami yang memfasilitasi dan membayar ke Kementerian Kumham, jadi pelaku UKM gratis," ujar Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga di sela-sela peresmian gedung PLUT-KUKM dan Kampung UKM Digital di Malang, Jawa Timur, Kamis (30/11/2017).

Puspayoga mengatakan hak cipta dan hak merek sangat penting bagi pelaku UKM, supaya memberikan perlindungan atas merek dagang dan jasa yang dimiliki, memberikan hak eksklusif atas suatu ciptaan, serta meningkatkan daya saing.

"Jadi kalau hak cipta gak punya pameran di luar negeri bisa dijiplak. Banyak kasus-kasus seperti itu. Saat kita mau pameran ke sana sudah tidak boleh, malah kita punya barang suruh bayar, makanya perlu hak cipta dan hak merek aman," tandasnya.

Cara untuk Ukm Memiliki Hak Cipta dan Hak Merek Tanpa Dipungut Biaya, pelaku UKM dapat mendaftarkannya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Kumham. Pendaftaran pun tak perlu lagi harus datang langsung tetapi cukup dengan mengakses laman dgip.go.id. Pendaftaran juga bisa melalui Kemenkop dan UKM.

"Nah kami di Kementerian Koperasi dan UKM hanya memfasilitasi karena ini kewenangan Kementerian Kumham. Sejak 2015 kita sudah kerjasama untuk memfasilitasi hak cipta dan hak merek. Supaya mereka bisa tingkatkan daya saing," kata Puspayoga.

Menurut Puspayoga, UKM lokal tidak akan berdaya saing tinggi apabila tidak diekspor ke pasar luar negeri, UKM Go Internasional juga bisa mendatangkan devisa bagi negara. Bali disebutnya sebagai salah satu daerah yang mampu menyumbang devisa terbesar dari kegiatan ekspor UKM yaitu kurang lebih Rp 60 triliun per tahun.

"Sinergi dengan PLUT-KUKM akan sangat membantu untuk mewujudkannya, di mana saat ini Kemenkop dan UKM telah memiliki 49 lokasi PLUT di seluruh Indonesia," kata Djatmiko.

melalui Kemenkop dan UKM untuk membantu Ukm Memiliki Hak Cipta dan Hak Merek Tanpa Dipungut Biaya.

sumber : wartaekonomi
Read more ...

Minggu, 03 Desember 2017

Kurangi Angka Kemiskinan Melalui Kumkm

Kurangi Angka Kemiskinan Melalui Kumkm - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM optimistis dengan keberadaan kopersi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) di seluruh desa di Indonesia efektif akan mampu mengurangi angka kemiskinan, pengganguran dan penciptaan lapangan kerja, serta mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Untuk itu kami sebagai pemerintah terus memberdayakan pelaku usaha KUMKM agar  tidak ada lagi kemiskinan, pengganguran,” kata Deputi Bidang Kelembagaan Kemkop dan UKM Meliadi Sembiring saat mewakili Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dalam acara peringatan Hari Koperasi Tingkat Provinsi Riau ke-70 di Lapangan Purna MTQ, Pekanbaru, Riau‎, Jumat (17/11) sebagaimana dalam siaran pers yang diterima SP, Sabtu (18/11).

Hadir dalam acara itu antara lain‎ Wakil Gubernur Riau, ‎Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kemkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik, ketua dan anggota DPRD Provinsi Riau, Bupati/Walikota se-Provinsi Riau,‎ Kadis Perdagangan, dan KUKM Provinsi Riau.

Koperasi dan UMKM merupakan jumlah unit usaha terbanyak di Indonesia dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 152.559 dan jumlah anggota sebanyak 27.002.189 orang. Sedangkan jumlah UMKM sebanyak 59,26 juta unit, yang menyerap tenaga kerja lebih dari 123,2 juta orang. “Ini berarti lebih dari 96,71 persen tenaga kerja merupakan kontribusi KUMKM di dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia,” kata Meliadi.

Meliadi mengatakan, tekad pemerintah melakukan pemerataan perekonomian dan menghapus kesenjangan ekonomi harus didukung oleh semua pihak. Hal ini sesuai dengan tujuan negara yang diatur dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea keempat dan mengamalkan sila kelima Pancasila. “Hal ini diperlukan karena upaya melakukan pemerataan perekonomian bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia,” ujar Meliadi.

‎Sebagaimana telah diketahui, Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan salah satu indikator makro untuk mengetahui perkembangan perekonomian di suatu negara dalam periode tertentu. PDB pada dasarnya merupakan jumlah dan/atau kontribusi nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha di suatu negara tertentu dalam periode tertentu.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM serta data BPS yang telah diolah, diperkirakan kontribusi koperasi sebagai suatu lembaga terhadap PDB nasional tahun 2013 sebesar 1.71 persen dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga tahun 2016 mencapai sebesar 3,99 persen.

Di dalam organisasi badan usaha berbentuk koperasi, anggota merupakan pemilik dan sekaligus pengguna jasa. Perkiraan kontribusi anggota koperasi terhadap PDB nasional tahun 2013 mencapai sebesar 13,56 persen. Dengan demikian, kontribusi total koperasi sebagai suatu lembaga beserta anggotanya pada tahun 2013 mencapai sebesar 15,27 persen.

Pada tahun 2016 diperkirakan kontribusi anggota koperasi terhadap PDB nasional sebesar 20,71 persen. Dengan demikian, kontribusi total koperasi sebagai suatu lembaga beserta anggotanya tahun 2016 mencapai sebesar 24.70 persen.

Menurut Meliadi, besarnya peningkatan kontribusi total koperasi sebagai suatu lembaga beserta anggotanya tersebut merupakan dampak dari upaya pemerintah mewujudkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh.

Kementerian Koperasi dan UKM telah, sedang dan akan terus melanjutkan berbagai program untuk meningkatkan kontribusi KUMKM terhadap perekonomian nasional, antara lain membuka akses permodalan usaha melalui kredit dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) dengan bunga 4,5 persen hingga 6 persen per tahun.

Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama skema mikro dengan besar pinjaman maksimal 25 juta, bunga 9 persen dan tanpa agunan, program peningkatan akses pasar dengan mengikutsertakan pada berbagai kegiatan pameran baik dalam maupun luar negeri. “Tidak hanya itu kami juga memfasilitasi kemudahan bagi KUMKM mengajukan legalitas usaha dan pengembangan sertifikasi usaha, untuk realisasi standarisasi dan sertifikasi produk melalui HAKI,” jelas Meliadi.
Sumber: Suara Pembaruan
Read more ...

Rabu, 29 November 2017

Menkop mengatakan UKM agar mampu membaca selera pasar

Menkop mengatakan UKM agar mampu membaca selera pasar - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan pentingnya bagi UKM untuk dapat memenuhi selera pasar ketimbang hanya sekadar memproduksi barang semata.

"Ke depan penting agar bagaimana produksi UKM bisa laku di pasaran, kalau tidak laku bisa tutup galerinya maka sekali lagi penting untuk membuat produk UKM itu laku," kata Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga saat membuka Indonesia Bagian Timur (IBT) Expo di Surabaya, Rabu malam.

Oleh karena itulah, ia berharap pusat promosi dan perdagangan seperti IBT Center di Surabaya harus mampu menginisiasi dan mendorong UKM agar mampu membaca selera pasar.

Untuk itu, kata dia, IBT Center salah satunya harus mampu memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas akses pasar produk UKM.

"Apalagi Kawasan Timur Indonesia memang menjadi fokus pemerintah saat ini untuk dibangun dan dikembangkan," katanya.

Puspayoga sekaligus mengapresiasi keberadaan IBT Center yang berpusat di Surabaya sebagai pusat informasi yang menyajikan data yang valid tentang potensi wilayah dan segala kegiatan ekonomi yang dilakukan di wilayah Indonesia Timur.

Dalam praktiknya nanti IBT Center diharapkan Menteri Puspayoga agar bekerja sama dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sebab untuk membangun sebuah pusat informasi berarti mengintegrasikan pusat data dan server yang saat ini tersebar di berbagai daerah.

"Dengan tersedianya data yang terintegrasi, proses e-government dapat terlaksana lebih efisien dan dapat memberikan kualitas layanan publik yang lebih baik," katanya.

Puspayoga juga berharap IBT Center dapat dikembangkan selain sebagai pusat informasi, promosi, sekaligus perdagangan dan pariwisata.

Menurut dia, pariwisata khususnya tak dapat dipisahkan dari sektor UMKM.

"Dalam hal UKM pasti terkait dengan pariwisata yang maju. Pariwisatanya maju UKM juga akan maju," katanya.

Ia juga berpesan agar para pelaku UMKM pun tak segan memanfaatkan skema pembiayaan yang telah disediakan pemerintah agar dapat menaikkan kelas usahanya.

Puspayoga ingin agar koperasi dan UKM tetap menjadi andalan pemerataan ekonomi di Tanah Air.

Ia berpendapat pertumbuhan ekonomi yang tinggi jika tanpa ada pemerataan kesejahteraan masyarakat artinya membiarkan kesenjangan tetap dalam posisi yang memprihatinkan.

Oleh karena itu, koperasi dan UKM harus diberdayakan agar pemerataan kesejahteraan tersebut dapat terwujud.

sumber : antara
Read more ...

Senin, 27 November 2017

Banyak UKM RIAU Tidak Terdata

Banyak UKM RIAU Tidak Terdata - Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Provinsi Riau Asrizal mengatakan saat ini ada 8600 an Usaha Kecil Menengah (UKM) di Provinsi Riau. Namun UKM tersebut tidak terdata dengan baik bergerak dibilang apa saja dan hasil produknya

"Kita akui banyak UKM di Riau itu tapi ya hidup segan mati tak mau, karena belum ada pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan," kata Asrizal,

Meskipun ada yang sudah memiliki hasil karyanya, hanya saja secara by name by produk belum ada, sehingga Dinas masih perlu melakukan pendataan dan menata kembali.
Menurut Asrizal, pihaknya akan melakukan pendataan kepada seluruh UKM yang ada di Riau tersebut. Ini dilakukan untuk konsentrasi pembinaan secara berkelanjutan dan fokus bidang.

"Kami akan mendata secara menyeluruh dengan sistem IT yang sudah dibuat Kominfo. Sehingga dengan mudah nanti diketahui berapa UKM yang bergerak dibidang assesoris, kuliner dan lainnya. Mudah-mudahan tahun ini aplikasinya jadi," sebut Asrizal.

Karena menurut Asrizal, untuk izin UKM ini sendiri ada yang dikeluarkan Kementerian langsung dan ada juga yang dikeluarkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Riau.

"Nanti diintegrasikan dengan izin di PTSP dan pusat izinnya sehingga kita punya data lengkap, target kita tahun depan sudah selesai dilakukan pendataan semuanya," ucap Asrizal.

Apalagi dengan sudah berdirinya Balai Pengembangan Produk dan Sertifikasi Indonesia dari Kementerian Perindustrian di Riau, maka menurut Asrizal akan lebih memudahkan membina pelaku UKM nantinya.

"Bagaimana cara pengembangan produk yang baik dan bisa memasarkan serta sertifikasi nya akan lebih mudah kedepannya. Makanya perlu dilakukan pendataan," tuturnya.
Asrizal juga memberi contoh untuk pengembangan tanjak yang saat ini harganya masih dianggap mahal oleh para pengunjung yang datang ke Riau. Menurutnya harus ada pengembangan ke depan agar Tanjak ada yang harganya lebih murah dan bisa dijangkau.

"Misalnya kita gunakan tenun sifatnya cetakan dan lebih murah harganya kita ingin tidak lebih dari Rp50 ribu, agar bagi yang datang ke Riau bisa dengan mudah membeli tanjak dengan murah," jelas Asrizal.

Apalagi semakin hari jumlah pengunjung ke Riau semakin banyak yang berwisata, maka harusnya menurut Asrizal peluang tersebut harus ditangkap. Caranya dengan memberikan edukasi kepada para pelaku UKM.

"Tentu ada oleh-oleh dibawa dari Riau. Sekarang harganya Rp125 ribu dan Rp150 ribu. Kalau ada yang harganya di bawah Rp50 ribu, wisatawan bisa tertarik membelinya. Jadi dibuat ada yang mahal, menengah dan di bawah nya," demikian Asrizal.

sumber : potretnews
Read more ...

teknologi dinilai dapat mendorong bisnis UKM

teknologi dinilai dapat mendorong bisnis UKM - Perusahaan penyedia layanan cloud dari Inggris, Sage, resmi hadir di Indonesia untuk membantu meningkatkan bisnis pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Tanah Air.

Diungkapkan oleh Vice President and Managing Director Sage Software Asia, Robin Chao, pelaku UKM di Tanah Air yang kini mencapai lebih dari 40 juta mampu menggerakkan ekonomi Indonesia, sejalan dengan program "go digital" yang digalakkan pemerintah.

Untuk mencapai hal itu, kata Chao, pelaku UKM perlu melakukan transformasi digital dengan mengimplementasi layana cloud dan teknologi kecerdasan buatan. Adopsi teknologi dinilai dapat mendorong bisnis UKM

Perusahaan penyedia layanan cloud dari Inggris, Sage, resmi hadir di Indonesia untuk membantu meningkatkan bisnis pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Tanah Air.
Diungkapkan oleh Vice President and Managing Director Sage Software Asia, Robin Chao, pelaku UKM di Tanah Air yang kini mencapai lebih dari 40 juta mampu menggerakkan ekonomi Indonesia, sejalan dengan program "go digital" yang digalakkan pemerintah.

Untuk mencapai hal itu, kata Chao, pelaku UKM perlu melakukan transformasi digital dengan mengimplementasi layana cloud dan teknologi kecerdasan buatan. Adopsi teknologi dinilai dapat mendorong bisnis UKM.

"Kami merasa cloud dan kecerdasan buatan akan berkontribusi besar terhadap pergeseran ekonomi digital ke depannya. Bisnis yang lebih kecil akan menjadi meningkat cloud," kata Chao di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Selain itu, cloud dan kecerdasan buatan juga membantu pebisnis UKM agar lebih efisien. Melalui teknologi ini, semua jenis bisnis UKM bisa terhubung dengan pemasok, mitra bisnis, dan klien mereka.

Sage bukan pemain baru di bisnis cloud yang menyediakan solusi accounting dan finansial untuk korporasi. Kini Sage telah memiliki 3 juta pelanggan dari berbagai sektor di 23 negara di dunia. Sementara di Indonesia, Sage mengantongi 500 pelanggan.

"Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal UKM Indonesia. Untuk urusan teknologi, serahkan pada Sage. Sementara UKM bisa terus fokus pada inovasi-inovasinya," tuturnya. teknologi dinilai dapat mendorong bisnis UKM

sumber : liputan 6

 

 
Read more ...

Jumat, 24 November 2017

Pemerintah akan "go online" 8 juta UMKM di 2019

Pemerintah akan "go online" 8 juta UMKM di 2019 Dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, perkembangan digital telah memberi peluang bagi pelaku bisnis UMKM untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan bisnis mereka.

Hal ini, kata Rudiantara, sejalan dengan apa yang diungkapkan Presiden Joko Widodo saat pertemuan APEC, di mana pertumbuhan digital bisa mendorong tumbuh kembangnya UMKM. Selain itu, Presiden juga menyebut pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM bisa menurunkan kesenjangan ekonomi.

"Fokus pemerintah saat ini ada di UMKM. Kami memiliki target meng-online-kan 8 juta UMKM hingga 2019. Dengan begitu, UMKM bisa menjadi pemain utama dari perkembangan ekonomi digital ini," kata Rudiantara dalam konferensi pers mengenai 8 Juta UMKM Go Online di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengungkapkan, dari target Pemerintah akan "go online" 8 juta UMKM di 2019, saat ini jumlah UMKM yang sudah go online sebanyak 3,97 juta UMKM dari total UMKM sebanyak 59,2 juta.

Wayan mengatakan, dari banyaknya UMKM yang ada di Indonesia, memang belum semuanya masuk dalam bisnis online. "Tidak semuanya masuk, beberapa dari segi kapasitas tidak memadai makanya kami terus melakukan standardisasi UKM yang sudah go online," kata Wayan.
Dia mengatakan, tahun ini Kemenkop UKM telah melakukan standardisasi terhadap 2.025 UMKM, dan pada 2018 akan ada 2.500 UMKM yang distandardisasi. "Target kami 50.000 UMKM yang akan distandardisasi selama pemerintahan Jokowi. Jadi, UMKM ini dikawal dalam bisnis online," kata Wayan.

Dia mengatakan, bentuk bantuan yang diberikan Kemenkop UMK di antaranya akses ke lembaga pendanaan hingga membantu dari segi hak cipta.

Rudiantara menambahkan, pemerintah dalam hal ini Kemkominfo juga berupaya menghadirkan infrastruktur yang mendukung UMKM di seluruh Indonesia go online dengan program afirmatif Palapa Ring.

"Di 112 kota atau kabupaten yang masuk dalam daerah terdalam, pemerintah melakukan affirmative policy dengan program Palapa Ring. Sehingga semua kabupaten atau kota bisa terhubung broadband pada 2019," untuk membantu Pemerintah akan "go online" 8 juta UMKM di 2019

sumber : liputan6
Read more ...

Kamis, 23 November 2017

Riau Street Food Fiesta 2017

Riau Street Food Fiesta 2017- Kuliner yang akan dihadirkan diperkirakan mencapai 100 jenis   dan pastinya berbagai masakan dan minuman khas Melayu.

"Sebagian besar tenant akan menghadirkan kuliner, ada produk makanan dari UMKM, ada dari asosiasi, dan juga ada kerajinan dari industri kreatif," ungkap Alfa Nonie selaku panitia pelaksana.

Dalam kegiatan ini akan ditampilkan berbagai kuliner hasil karya wanita Riau, baik makanan maupun minuman. Selain itu juga kerajinan dari UMKM dan industri kreatif.

Dinas Pariwisata Riau akan menggelar Riau Street Food Fiesta 2017 selama tiga hari tanggal 24-26 November 2017, di Gedung Wanita Citra Sekar Kirana Jalan Diponegoro.

Pada kesempatan ini disediakan tenda untuk konsultasi bagi UMKM peserta Riau Street Food Fiesta.

Pihak UMKM bisa melakukan konsultasi perbaikan logo usaha, perbaikan kemasan, maupun konten kreatif lainnya.

Riau Street Food Fiesta 2017 digelar di Gedung Wanita Citra Sekar Kirana Jalan Diponegoro.

sumber : tribun pekanbaru
Read more ...

Rabu, 22 November 2017

Kemenkop Memfasilitasi Kemudahan UMKM Ajukan Legalitas dan Sertifikasi Usaha

Selain memiliki program peningkatan akses pasar melalui berbagai kegiatan pameran dalam dan luar negeri, Kementerian Koperasi dan UKM juga memfasilitasi kemudahan bagi UKM dalam mengajukan legalitas usaha dan pengembangan sertifikasi usaha, untuk realisasi standardisasi dan sertifikasi produk melalui HAKI. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kemenkop dan UKM Abdul Kadir Damanik dalam acara peringatan Hari Koperasi Tingkat Provinsi Riau ke-70 di Lapangan Purna MTQ, Pekanbaru, Riau, Jumat (17/11/2017).

Kemenkop dan UKM juga terus mendorong upaya pemanfaatan dan optimalisasi pemanfaatan tekonologi digital bagi pelaku bisnis KUMKM. Kemenkop dan UKM telah melakukan kerja sama dengan PT Telkom dalam pelaksanaan Program Kampung UKM Digital di Gedung PLUT KUMKM. Sampai dengan saat ini sudah di-launching program Kampung KUMKM Digital yang berada pada 23 lokasi PLUT-KUMKM termasuk di Provinsi Riau.

 

Selain itu, Kemenkop dan UKM juga telah memperkenalkan penerapan teknologi digital koperasi dan UKM dalam hal pendaftaran Badan Hukum Koperasi dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Online maupun pendaftaran UKM sebagai merchant di marketplace SMESCO, serta kerja sama dengan berbagai marketplace lainnya.

"Juga dilakukan program peningkatan kapasitas SDM UKM dan Mahasiswa sebagai Techno-preneur. Kesemuanya itu merupakan upaya dalam mendukung target Bapak Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai 'Digital Energy of Asia' pada tahun 2020 dengan didukung oleh minimal sebanyak 8 juta UKM yang sudah go online," tutup dia.

sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/
Read more ...

Rabu, 15 November 2017

strategi untuk meningkatkan keuntungan bisnis UKM

Tak bisa ditolak lagi bahwa saat ini bisnis usaha kecil menengah (UKM) menjadi salah satu bisnis yang paling populer. Persaingan yang semakin ketat dari masa ke masa membuat bisnis UKM menjadi salah satu tantangan besar bagi pengusaha yang baru merintisnya.

Banyak yang beranggapan hasil yang didapat dari bisnis UKM cukup bersaing dengan bisnis besar lainnya, apalagi hanya membutuhkan modal yang kecil untuk dapat memulainya.
Selain untuk mengejar target keuangan, bisnis UKM juga bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang menawarkan berbagai pengalaman menarik dan belum pernah didapatkan.

Tak heran kalau banyak orang mulai terjun sebagai pengusaha bisnis UKM. Banyak orang sudah menjadikan bisnis UKM sebagai investasi masa depan yang cukup baik.

Dengan melakukan berbagai cara untuk memulai, bisnis UKM menjadi semakin populer dari tahun ke tahun dan populasinya semakin meningkat. Hal tersebut menjadi hal yang positif.

Sebab semakin banyaknya pengusaha yang tumbuh, akan semakin maju sebuah negara, apalagi kalau usaha yang dijalani sukses dan memperoleh banyak keuntungan.

Karena pasar yang mulai ramai akan persaingan dan banyaknya produk produk pesaing, Anda perlu memperhitungkan lebih jauh lagi mengenai perolehan keuntungan.

Anda dapat memulai berbagai rangkaian strategi demi kelancaran menjalankan bisnis UKM. Semua bisa dicapai dengan perencanaan yang matang dan dapat diterapkan dengan mudah.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk memulai bisnis UKM mulai dari hal kecil hingga besar. Jika Anda bingung apa strategi yang tepat untuk meningkatkan keuntungan bisnis UKM, berikut adalah sejumlah caranya, seperti mengutip cermati.com, Senin (6/11/2017).

1. Pemasaran Dua arah

Mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lewat promosi memang menjadi salah satu jalan yang dapat ditempuh. Pemasaran dua arah jadi cara ampuh mengingat saat ini pun zaman semakin berkembang dengan masifnya perkembangan dunia digital. Tentunya hal ini akan mempermudah Anda untuk melakukan pemasaran.

Ada dua cara yang bisa ditempuh untuk memasarkan bisnis yang Anda kelola dan keduanya pun bisa dilakukan secara bersamaan.

Pertama adalah pemasaran secara konvensional dan yang kedua adala pemasaran online, di website ukmriau.com. Cara kedua paling diminati karena membutuhkan modal kecil dan perolehan yang didapat cukup besar.

2. Promosi yang Tepat

Banyak yang bilang melakukan promosi membutuhkan sebuah pengalaman. Namun, bukan berarti Anda yang masih pemula tidak dapat memulainya. Menarik minat publik agar bisnis UKM dapat dilihat memang bukan perkara mudah. Sebab sudah meyangkut masalah minat masing-masing.

Anda dapat membuat minat orang berubah dan juga bisa membuat orang semakin meminati bisnis Anda. Lewat promosi yang tepat, Anda dapat melakukannya. Pilihlah sistem promosi dan rencana promosi yang sekiranya tepat untuk bisnis Anda. contohnya pada website ukmriau.com Jangan memaksakan agar nantinya Anda dapat dengan lepas menjalankannya.

3. Pelayanan Baik Terhadap Pelanggan

Menjadi hal wajib yang harus dilakukan setiap pengusaha untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin demi memuaskan pelanggan. Sebab pembeli adalah raja. Tiap pelanggan memiliki nilai sendiri dari produk Anda yang nantinya akan berbuah sebagai hasil yang positif, bahkan bisa juga negatif.

Dengan memberikan pelayanan terbaik pada setiap pelanggan, nama bisnis UKM Anda akan semakin dikenal lewat mulut ke mulut. Hal tersebut adalah salah satu promosi gratis yang bisa didapatkan.

Sudah ada banyak kasus yang menjadikan sarana mulut ke mulut sebagai promosi tepat untuk mendukung bisnis UKM. Itu pun terbukti sukses. Kalau Anda ingin mengikuti jejak mereka, ada baiknya untuk selalu memberikan pelayanan terbaik setiap saat.

Meraih keuntungan besar lewat bisnis UKM adalah impian setiap orang. Selain memberikan peluang sebagai seorang pengusaha, Anda juga dapat merencanakan hal lain yang lebih besar ke depannya. Keuntungan yang didapat dari bisnis UKM bisa menjadi modal dukungan yang paling baik untuk rencana Anda tersebut.

Sebuah investasi yang cukup menjanjikan akan berbuah manis nantinya. Walaupun pastinya banyak rintangan yang harus dihadapi terlebih dahulu, tetaplah berpegang kepada komitmen dan strategi yang telah Anda rencanakan sebelumnya.

sumber : http://www.liputan6.com
Read more ...

Kamis, 02 November 2017

bisnis online banyak peluang yang bisa ditangkap oleh ukm

JAKARTA, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memanfaatkan teknologi dan menjalankan bisnisnya secara online masih sedikit.

Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan peningkatan jumlah pengguna Internet di Indonesia sangat tajam dari 2012 hingga 2016 meningkat dua kali lipat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dan operator untuk meningkatkan jaringan 4G akan meningkatkan pengguna Internet di Indonesia menjadi 180 juta pada 2020. Saat itu, pemerintah menargetkan target transaksi digital mencapai US$130 miliar.

"Ini peluang yang bisa ditangkap, menuju ekonomi digital tidak bisa dielak, itu harus. Akan lebih efisien dan efektif dan lebih produktif dalam bisnis," katanya dalam acara Pembukaan Lazada Online Revolution Month 2017, Selasa (31/10).

Dia mengungkapkan saat ini baru sekitar 9% UKM Indonesia yang berbisnis daring. Menurutnya masih terdapat kesempatan untuk UKM agar lebih digarap dan dibina terkait pengetahuan digital dan produk. Dia mengatakan pada 2020 ditargetkan 8 juta UMKM masuk ke daring (red dalam jaringan).

"Peluangnya masih besar. Diharapkan nanti berimbanglah, kalau bisa lebih gede dikit, produk Indonesia bisa lebih banyak yang dijual secara online, biar ekonominya bisa dirasakan oleh masyarakat kita," jelasnya.

Berbagai program pemerintah telah diinisiasi untuk mendorong lebih banyak UMKM memanfaatkan teknologi digital, salah satunya rencana Kominfo untuk memfasilitasi UMKM agar go digital pada 2020. Program UMKM Go Digital ini diharapkan dapat menjadi salah satu akselerator pertumbuhan ekonomi nasional dan pengembangan kapasitas perdagangan nasional..

Adapun sejauh ini program satu juta domain masih kecil hanya 100.000. Menurutnya hal jni diduga karena UKM lebih menyukai untuk terjun langsung ke marketplace atau e-commerce.

"Itu hanya alamat saja, chanelling diharapkan ke marketplace, itu tempat berkumpul, tapi punya rumahnya boleh dong, kalau dicari bisa ketahuan," ujarnya.

Dia menambahkan pada era pemerintahan ini lebih mendorong untuk tidak bekerja sendiri, dan pemerintah membantu membuka jalan berbisnis di ekonomi digital.

"Kebijakan yang dibuat, bangun infrastruktur agar ekonomi digital berkembang," katanya.

sumber : http://industri.bisnis.com/read/20171101/87/704999/baru-9-ukm-jualan-online
Read more ...

Senin, 16 Oktober 2017

Gubernur Riau Buka Riau Expo 2017

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayananan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, bekerjasama dengan Event Organizer PT Malik Ghonniyu Razak menyelenggarakan event tahunan  Riau Expo 2017, lansung dibuka oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bertempat, di SKA CO EX (Komplek Mall SKA), Jl. Soekarno Hatta, Pekanbaru, Sabtu (14/10).

Riau Expo ini juga merupakan rangkaian dalam perhelatan HUT RI ke-72 dan HUT Provinsi Riau yang ke-60 yang akan digelar sampai dengan 20 Oktober 2017 nanti.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayananan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Evarevita, SE, M.Si menyebutkan dalam sambutannya pameran ini merupakan upaya nyata Pemerintahan Provinsi Riau untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing masyarakat Riau khususnya dan Indonesia umumnya dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dengan mengambil tema "Mari Jadikan Provinsi Riau, Sebagai Destinasi Pariwisata, Investasi dan Perdagangan".

Dalam acara tersebut tampak hadir Wakil Gubenur Riau H. Wan Tamrin Hasyim beserta Forkopimda Provinsi Riau, Para Bupati dan Walikota Se Provinsi Riau, Ketua Dekranasda Prov. Riau, Perwakilan dari BUMN/BUMD, Perwakilan Tokoh Masyarakat, Ketua LAM Riau dan para peserta pameran.
Sebelum meresmikan pembukaan pameran Riau Expo 2017, Gubernur riau dalam sambutannya bersama Wakil Gubernur Riau mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi dalam membantu pelaksanaan pameran Riau Expo 2017 ini, sehingga dapat terlaksana dengan lancar. Dan kemudian dilanjutkan dengan pemukulan rabbana sebagai tanda dibukanya pameran Riau Expo 2017.

Gubernur Riau Ir. Asyadjuliandi rachman mengatakan "Penyelenggaraan pameran ini diharapkan dapat mendorong terlaksananya hubungan perdagangan, kerjasama investasi sekaligus sebagai sarana pariwisata dan budaya sehingga pameran ini merupakan wadah yang tepat untuk Trade, Entrepreneurship, Tourism & Investment (TETI) dapat menjadi ajang saling tukar informasi yang berguna bagi para calon investor di Provinsi Riau", tutur Gubernur Riau.

Usai membuka pameran Riau Expo 2017, Gubernur Riau bersama Kapolda Riau Irjen Pol Nandang dan rombongan melakukan peninjauan beberapa stand pameran yang ada di dalam pameran tersebut. Sekitar 260 stand ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut yang terdiri dari 12 kabupaten/kota Pemerintah Daerah (Pemda) sampai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). (adv)

sumber: riaugreen.com
Read more ...

Minggu, 08 Oktober 2017

Peran Perbankan Syariah Terhadap Pembiayaan Segmen Mikro

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, bagi perbankan syariah potensi yang cukup besar dimiliki oleh segmen mikro dalam hal pembiayaan. Karena, segmen mikro telah teruji cukup lama dan perbankan syariah juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat dari pembiayaan yang murah.


Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, perbankan syariah bisa masuk pada segmen mikro untuk menjangkau masyarakat kalangan bawah. Menurut dia, OJK akan konsentrasi pada segmen mikro dengan menciptakan platform bersama.


"Infrastruktur boleh, tapi harus terukur, kalau mikro telah teruji, jangan sampai perbankan syariah ini justru terjebak pada pembiayaan yang besar. Yang akhirnya justru likuiditas tertahan diproduk-produk yang pembiayaannya besar, sehingga harus terukur, ada kaidah yang harus dipatuhi," jelas Wimboh di Jakarta, Kamis (5/10).


Wimboh menjelaskan, perbankan syariah harus meningkatkan pembiayaan yang murah dan juga harus masuk ke daerah-daerah terpencil, agar masyarakat merasakan kehadiran perbankan syariah.


Perbankan syariah berperan penting dalam perluasan tersedianya akses keaungan bagi masyarakat dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk itu, diperlukan dukungan dari semua pihak dalam pengembangannya, selain itu juga perlu memanfaatkan momentum peningkatan umat muslim yang tergolong middle income class.


"OJK akan sama-sama membantu, bisa melalui platform pesantren, atau dengan kredit program 3%, supaya masyarakat kecil bisa masuk. Ini akan kami diskusikan bersama, sekarang market share syariah baru 5%, padahal kalau mau 20% juga bisa," terang dia.


Dia menegaskan, tantangan perbankan syariah yakni bagaimana membuat produk syariah yang efektif dan bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat kecil. Salah satu caranya dengan membuat produk yang dimiliki bank konvensional dengan mengembangkan teknologi.


Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah John Kosasih mengatakan, sektor mikro memiliki potensi yang cukup besar. Dia menjelaskan, BCA Syariah memonitor segmen UMKM tidak hanya mikro saja. "Segmen UMKM per September 2017 mencapai Rp 854 miliar dengan rasio 21,7% dari total pembiayaan," ungkap John.


Dia menambahkan, ketentuan rasio UMKM 15% saat ini sudah mencapai target, dan pada tahun depan mencapai 18%. Strategi perseroan untuk menjaga porsi UMKM terhadap total pembiayaan yakni, dengan berusaha menyeimbangkan komposisi pembiayaan, pasalnya porsi UMKM sudah sesuai dengan ketentuan.


Menurut Pelaksana Tugas Direktur Bisnis PT Bank BNI Syariah Dhias Widhiyati risiko di segmen mikro memang lebih terdistribusi karena ukurannya yang kecil. "Untuk mengembangkan mikro memang cukup tough bagi kami, karena kami head to head dengan KUR di mana pricing lebih murah karena ada subsidi pemerintah," papar dia.


Dhias mengungkapkan, pihaknya menggunakan dana yang dipakai pembiayaan mikro yakni dana komersial dengan cost of fund yang relatif tinggi. Pihaknya mengaku masih tetap konsisten untuk mengembangkan mikro.


"Kami melakukan redefine model bisnis mikro, dengan tapping ke komunitas-komunitas, perdagangan, dan pertanian," ungkap Dhias.


BNI Syariah membukukan penyaluran mencapai Rp 4,88 triliun atau tumbuh 20,7% per akhir Juni 2017 dibanding periode sama tahun sebelumnya. Bisnis konsumer UKM tumbuh 20% melampaui target proporsional Juni 2017 sebesar Rp 4,6 triliun.


Meski demikian, pembiayaan mikro tercatat tumbuh paling kecil dibanding seluruh segmen Pembiayaan BNI Syariah. Tercatat hingga semester I-2017 Pembiayaan mikro BNI Syariah tumbuh 16% secara tahunan (year on year/ yoy) menjadi Rp 1,27 triliun.


Sumber : beritasatu.com
Read more ...

Jumat, 06 Oktober 2017

Industri Kecil Menengah Mebel Dipersiapkan Pemerintah Untuk Jual Secara Online

Pertumbuhan penjualan secara online saat ini lebih tinggi dibandingkan konvensional. Oleh karena itu, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) khususnya sektor mebel dipersiapkan pemerintah Republik Indonesia untuk memasarkan produk secara online.


"Sejauh ini penjualan secara online ternyata memperlihatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan berjualan secara konvensional," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dikutip dari Antara, Selasa 5 September 2017.


Ia mengatakan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan penjualan mebel yang dipasarkan secara konvensional hanya sekitar 1 persen/tahun, sedangkan yang dipasarkan secara online pertumbuhannya mencapai 5 persen/tahun.


"Memang kalau dari sisi kuantitas, penjualan secara online tidak sebesar penjualan secara konvensional tetapi dari sisi transaksi lebih besar. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penjualan melalui online," katanya.


Terkait dengan hal itu, pihaknya merasa perlu menggandeng market place berbasis online bukalapak untuk memberikan pelatihan kepada para pelaku IKM. Selain itu, pihaknya juga sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi terkait kemudahan akses internet.


"Pada MoU ini salah satunya adalah Menteri Komunikasi dan Informasi memberikan pelatihan mengenai penjualan berbasis 'online' sekaligus memberikan akses jaringan internet di daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh internet," katanya.


Gati menuturkan bahwa dalam forum internasional tema mengenai e-commerce tengah hangat diperbincangkan. Untuk itu, hal tersebut menjadi fokus dari pemerintah saat ini.


"Yang namanya e-commerce ini atau digital dibicarakan di setiap pertemuan dunia. Mau itu Trans Pacific Partnership (TPP), Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), hingga Unieropa. Oleh karena itu, kami tidak mau ketinggalan," katanya.


Pihaknya berharap dengan penerapan sistem pemasaran secara online, pertumbuhan penjualan akan makin signifikan


Sumber : metrotvnews.com
Read more ...

Kamis, 05 Oktober 2017

Kredit BRI Akan Disalurkan Sebesar 80 Persen Ke UMKM Tahun 2022

Penyaluran Kredit pada semester I 2017 oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 687,5 triliun. Angka ini tumbuh 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 615,5 triliun.


Direktur Utama BRI Suprajarto menuturkan, dari seluruh kredit yang disalurkan BRI pada semester I 2017, sebanyak 74,4 persen di antaranya atau Rp 490 triliun disalurkan ke segmen UMKM.


"UMKM merupakan fokus bisnis BRI," kata Suprajarto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/8/2017).


Suprajarto menuturkan, ke depan, perseroan akan tetap memberdayakan UMKM. Beberapa cara yang dilakukan perseroan adalah dengan menyalurkan pembiayaan, antara lain dengan kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit korporasi.


Menurut dia, perseroan pun merencanakan untuk terus meningkatkan porsi pembiayaan ke segmen UMKM. Saat ini, persentase pembiayaan ke segmen UMKM mencapai 72 persen, sementara ke segmen korporasi sebesar 28 persen.


"Ini memang kita sudah merencanakan hal-hal terkait ini. Tiap tahun kami akan memperbesar porsi UMKM," tutur Suprajarto.


Ia mengungkapkan, pada tahun 2022 mendatang, porsi pembiayaan UMKM oleh BRI mencapai 80 persen. Adapun sisanya, yakni 20 persen, akan disalurkan ke segmen korporasi.


Untuk mewujudkan rencana tersebut, memang membutuhkan upaya yang tidak mudah. Namun, sejak saat ini, BRI sudah mulai menciptakan berbagai rencana untuk terus meningkatkan porsi pembiayaan ke segmen UMKM.


"Karena kami adalah agen pembangunan, maka harus betul-betul bagaimana kontribusi kita terhadap masyarakat kecil dan UMKM," terang Suprajarto.


Sumber : kompas.com
Read more ...

IMA Konsisten Mengembangkan UMKM di Riau

Acara talkshow atau dialog interaktif UMKM diadakan oleh Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Pekanbaru yang kedua di Mal Ciputra Seraya Pekanbaru, Kamis (5/10).


Acara yang sama sebelumnya digelar di Mal Pekanbaru pada Kamis (28/9) lalu. Untuk talkshow kali ini IMA Chapter Pekanbaru mengangkat tema “Pengelolaan sumber daya manusia di bisnis UMKM”.

Dalam talkshow kedua ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Yana dari Pisang Kipas Kuantan 2, Merza gamal dari Hotel Sri Indrayani, Rizaldi sebagai trainer dan motivator. dan Yuyun Hidayat sebagai moderator dari Kadin Kota Pekanbaru.


Pada acara ini materi diberikan oleh para narasumber, kemudian peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk tanya jawab dengan para narasumber
“Dalam kesempatan ini, setiap narasumber akan memberikan materi bagaimana cara pengelolaan sumber daya manusia di bisnis UMKM dengan baik. Para peserta diberikan kesempatan untuk tanya jawab,” kata Executive Vice President (EVP) IMA Chapter Pekanbaru Peng Suyoto.


IMA akan tetap konsisten untuk mengembangkan UMKM yang ada di Riau, karena ini merupakan misi dari IMA sendiri. Untuk mengsukseskan acara ini IMA bekerja sama dengan  para asosiasi di pekanbaru dan Kadin kota Pekanbaru.


“Kegiatan ini merupakan misi IMA untuk pengembangan UMKM. Dalam hal ini kami yang tergabung di IMA Chapter Pekanbaru, untuk terus-menerus mengembangkan potensi UMKM yang ada di daerah Riau. Kami berharap apa yang kami sumbangsihkan agar dapat bermanfaat bagi UMKM. Kami bekerja sama dengan Kadin kota Pekanbaru dan asosiasi yang ada, untuk menyukseskan acara ini,” tambah Peng Suyoto.(rif)


Sumber : riaupos.co
Read more ...

Rabu, 04 Oktober 2017

Presiden Jokowi Minta Modernisasi Pemasaran Bagi Perajin UKM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para perajin UKM meningkatkan usahanya dengan memasarkan produknya secara modernisasi, salah satunya melalui media sosial. Jokowi mencontohkan, salah satu media sosial yang cukup efektif digunakan untuk memasarkan produk saat ini adalah Instagram.


"Agar perajin UKM Indonesia meningkat usahanya maka saya perlu mengingatkan perlunya modernisasi industri kerajinan," kata Jokowi saat membuka pameran Kriyanusa Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2017 di Balai Sidang, Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (27/9).


Proses produksi dan menjual oleh Perajn UKM mesti dijalankan secara modernisasi mulai dari mendapatkan bahan baku, pengelolaan sampai pemasaran produk.


"Modernisasi yang dirasakan dari hulu sampai hilir, mulai dari mendapatkan bahan baku, pengolahan, pembuatan produk jadi, kemasan, sampai pemasaran, itu semua harus dijalankan secara kekinian," ujar Jokowi.


Sekarang adalah zamannya pemasaran produk secara online seperti melalui media sosial. Dimana dengan media sosial, lanjut Jokowi, siapa saja bisa mengakses dengan biaya yang murah dan pelanggan bisa dari mana saja. Bahkan, perajin UKM bisa menjangkau konsumen di luar negeri.


"Jadi boleh saja jualannya di Yogyakarta, Bandung, Makassar, di mana-mana, tapi yang bisa beli dari berbagai negara, karena bisa dilihat promosinya di medsos. Peluang-peluang itu lah yang harus kita kejar," kata dia.


Sumber : beritasatu.com

Read more ...

Selasa, 03 Oktober 2017

Pelaku Usaha Mikro Daftar Secara Online, Kemenkop UKM Bersama Kadin Mendukung

Pelaku usaha mikro dan kecil cukup didaftarkan secara online sebelum memulai usaha, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung. Namun demikian, terkait kewajiban pajak kedua pihak belum mengetahui apakah ada pengenaan pajak bagi pelaku usaha mikro yang telah mendaftarkan diri.


Hal itu diungkapkan Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram dalam acara Rakornas Kadin di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/10/2017). Rakornas kali ini mengangkat tema "Mendorong Digitalisasi UMKM, Industri Kreatif dan Start Up untuk Menciptakan Ekonomi Berkeadilan dalam Menghadapi Persaingan Global".


"Apakah para pelaku mikro dan kecil cukup didaftarkan saja usahanya ini dibebaskan dari pajak, tentu perlu pemikiran dan pertimbangan lebih lanjut, karena Kami belum tanya secara detail ke Ditjen Pajak kalau didaftar itu kena pajak atau tidak," ungkap Agus.


Agus mengutip kata dari Presiden Jokowi bahwa pelaku usaha mikro dan kecil cukup didaftarkan saja, dengan maksud untuk memberikan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha di Indonesia. Sebab menurutnya, investasi menjadi terhambat masuk dikarenakan masalah perizinan usaha ini.


"Pak Jokowi ingin para pelaku usaha mikro dan kecil itu tidak perlu izin, didaftarkan saja. Nanti secara online di tempat tempat tertentu didaftar oleh pemerintah daerah setempat. Saking Pak Jokowi concern terhadap para pelaku usaha mikro dan kecil yang merupakan mayoritas di tanah air," kata Agus.


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi M Lutfi juga mendukung rencana tersebut. Lutfi mengatakan anggota Kadin yang sebagian besar merupakan kelompok usaha mikro dan kecil harus membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai stakeholders guna mengembangkan usahanya. "Bahwa Kadin akan menjadi penggerak persatuan bagi pencipta nilai tambah baru. Dan Kadin juga ingin berkontribusi, maka anggota Kadin juga membayar pajak. Oleh sebab itu, Kadin ada untuk Indonesia," tandas M Lutfi.


Rudy Salahuddin selaku Deputi bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan UKM, Kemenko Perekonomian menjelaskan tujuan pemerintah menerbitkan Izin atau mendaftarkan para pelaku usaha mikro dan kecil agar supaya memudahkan pembinaan. Pemerintah ingin database yang jelas berapa jumlah UKM untuk dibina nantinya.


"Yang diperlukan pemerintah bagaimana mendata. Tidak perlu tahu asal data itu dari mana, karena itu kita minta bantuan dari pelaku usaha untuk bagaimana kita bangun data dan bina pelaku UMKM dari data yang kita miliki," jelas Rudy.


Pemerintah menargetkan agar usaha mikro dan kecil bisa naik kelas. Namun Rudy mengaku salah satu hambatannya adalah dengan diterbitkannya adalah UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang membagi wewenang pembinaan usaha mikro mikro yang jumlahnya mayoritas lebih dari 98 % ada pada Pemda Kabupaten/Kota dan Pemerintah Propinsi untuk usaha kecil.


"Ini yang dapat menghambat kita melakukan pembinaan dan pendataan. Contohnya data yang saat ini sekitar 59  juta UMKM itu data hasil prediksi Data BPS yang belum ada by name by adress, sehingga kita tidak begitu tahu bagaimana mau membina UKM membawa UKM naik kelas yang mana. Ini yang jadi perhatian pemerintah," ungkap dia.


Pembicara lain, Waketum bidang Industri Kreatif Kadin Ariful Hidayat mengatakan, peluang pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia masih sangat besar. Beberapa faktor pendukungnya, antara lain bonus demografi Indonesia dan gaya hidup digital yang terus mengalami peningkatan.


"Pertumbuhan belanja online di Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu, tak usah heran bila pemain asing pun sudah mulai masuk menggarap potensi e-Commerce di Indonesia," kata Ariful yang akrab disapa Erik.


Maka, Erik menegaskan bahwa hanya ada dua pilihan bagi pelaku UKM yang masih konvensional, yaitu berubah atau punah. Sehingga lanjut dia, pemanfaatan teknologi tidak bisa lagi dihindari.


"Sudah lazim sekarang ini kita berpromosi barang melalui Media Sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan sebagainya. Untuk delivery produk ke konsumen, saat ini tersedia aplikasi ojek online," ujar Erik.


Meski begitu, Erik juga mengakui bahwa masih ada permasalahan yang membelit industri kreatif di Indonesia. Seperti kualitas SDM, bahasa, sumber daya pendukung, kelembagaan, dan juga pembiayaan.


"Yang tak kalah mengherankan, para pelaku UKM industri kreatif di Indonesia hanya 16 persen yang berbadan hukum, sedangkan 83 persen lainnya masih berbentuk informal," pungkas Erik.


sumber: okezone.com
Read more ...

Senin, 02 Oktober 2017

UKM Merambah E-Commerce Atas Dorongan TBS

Ajang kompetisi The Big Start Indonesia (TBS) season 2 mendorong tumbuhnya daya saing dan kapasitas usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Dengan merambah pasar e-commerce, UKM diharapkan dapat memperkenalkan produk kreatif dan inovatif mereka di era digital melalui ajang ini,.


CEO Blibli, Kusumo Martanto menguturkan, pihaknya peduli dengan kemajuan UKM di Indonesia, dengan memberikan bantuan berupa pembekalan dan pelatihan, agar para pelaku UKM mampu menghadapi persaingan di era digital.


"Kami ingin terus mendorong peningkatan kemampuan teman-teman pelaku UKM dimanapun di Indonesia, untuk bisa bersaing dan terus bertumbuh di era digital," kata Kusumo saat pengumuman top 20 finalis TBS season 2 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (2/10).


Dia mengatakan, pemilihan finalis TBS season 2 sendiri dilakukan secara selektif, karena pihaknya memiliki kriteria seperti, keunikan, orisinalitas, inovatif pada produk dan potensi produk yang dipasarkan.


"Kita melihat ini barangnya unik atau tidak, kemudian kita lihat originality-nya secara ide maupun produknya. Kemudian, kita melihat, ini kira-kira marketability-nya bagaimana, bisa ada potensi untuk lebih besar lagi atau tidak," tambahnya.


Inilah top 20 finalis The Big Start Indonesia 2017 season 2 yaitu, Rug House, Tenunkoe, Fio Light, Gaba-Gaba, Lakanua, Nana Unique, Paccoo, Oyoh, Korte, Inagiri, Ammossi, The Warna, Indhe Indonesia Bags, Magna Official, Divinces, Necispro, Uttara, Impian Studio, Radiuz Wearventure dan Lereh.


sumber: beritasatu.com
Read more ...

UKM Bersaing Di Pasar Global Lewat Rumah Kreatif BUMN

Usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) menjadi salah satu bagian penting bagi perekonomian nasional. Peran UMKM perlu ditingkatkan agar bisa bersaing di pasar global.

Untuk mendorong UMKM, beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk Rumah Kreatif BUMN (RKB).

Ketua RKB sekaligus Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Asmawi Syam mengatakan, RKB merupakan wadah bagi komunitas UMKM di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Serta, para UMKM akan dikenalkan di tingkat regional Asia

"Diharapkan para pelaku UMKM di Indonesia ke depan tidak hanya mampu bersaing di tingkat pasar domestik, tetapi juga di pasar global khususnya regional Asia," ujar Asmawi di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Asmawi menuturkan, dalam RKB ini, para pelaku UKM dibimbing dan didampingi untuk menjawab tantangan pengembangan UKM terkait peningkatan kompetensi, peningkatan akses pemasaran, dan kemudahan akses permodalan.

"Di sini pelaku UKM akan didampingi oleh para ahli dalam pengembangan usaha mereka untuk meningkatkan kualitas produknya, standarisasi bahan baku, standarisasi produk, bimbingan pengembangan produk baru, packaging, branding, sampai dengan bimbingan pendanaan," jelas dia.

Asmawi mengatakan, Askrindo juga akan memberikan pembinaan terkait pengelolaan keuangan terhadap risiko-risiko yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang.

"Askrindo juga akan dilibatkan untuk memberikan pembinaan UKM dan melakukan pembinaan terkait risiko-risiko, seperti risiko penjaminan. Selain itu, kita juga akan memberikan asuransi perseorangan kepada para pelaku UKM misalnya untuk keluarganya, baik untuk anak, ibu serta bapak. Nantinya juga kita akan memberikan pembinaan tentang asuransi kecelakaan, kebakaran serta asuransi bencana alam atau gempa bumi," tandas dia. sumber: Liputan6.com
Read more ...

Minggu, 01 Oktober 2017

Kemenkop UKM Akan Memberikan Bantuan Modal Bagi Wirausaha Pemula di Tahun 2018

Di tahun 2018 akan datang Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan anggaran skema baru program bantuan kewirausahaan. Skema disusun untuk meningkatkan jumlah peserta penerima bantuan kewirausahaan dari tahun sebelumnya,

“Kewirausahaan tetap menjadi program prioritas Kemenkop dan UKM pada 2018. Karena itu, anggaran yang dialokasikan juga lebih besar agar penerimanya bisa lebih ditingkatkan jumlahnya,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Dia menjelaskan ada dua skema pendanaan yang akan diberlakukan pada Tahun Anggaran 2018 mendatang, yaitu skema pertama Bantuan Pemerintah kepada Wirausaha Pemula (WP) dengan bantuan modal Maksimal sebesar Rp 13 juta. Skema kedua untuk Tahun Anggaran 2018 adalah Bantuan Pinjaman yang harus dikembalikan atau bergulir melalui LPDB-KUMKM sebesar Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

Untuk skema pertama ini, calon WP akan lebih dulu mendapatkan pelatihan.Kemudian peserta pelatihan akan diwajibkan membuat proposal atau rencana bisnis untuk dinilai kelayakannya. Proposal yang lolos seleksi akan mendapatkan bantuan modal usaha tersebut.

“Wirausaha pemula kami targetkan mencapai 1.700 hingga 1.800 peserta, yang sebelumnya direncanakan hanya 1.200 peserta,” kata dia.

Sasaran penerimanya adalah para mahasiswa atau calon wirausaha dari berbagai daerah termasuk daerah tertinggal dan masyarakat berpendapatan rendah. Karena itu, Agus mengharapkan para mahasiswa bisa memanfaatkan skema ini untuk menyiapkan diri sebagai calon wirausaha.

Dia mengungkapkan skema Bantuan Pemerintah untuk wirausaha pemula pada 2018 memang berbeda dengan skema WP 2017 yang menerapkan sistem e-proposal. Tahun ini yang berlaku setiap calon WP mendaftarkan proposal secara online dan juga mensyaratkan sudah memiliki usaha minimal enam bulan dan memiliki sertifikat pelatihan.

Skema Bantuan Pinjaman kedua ini dengan sasaran para pengusaha muda termasuk pegusaha muda dengan bisnis berbasis IT atau Startup. Dana yang dialokasikan untuk skema ini direncanakan sebesar Rp 100 miliar dan dikelola melalui manajemen LPDB- KUMKM.

Asisten Deputi Bidang Peningkatan Kualitas SDM Perkoperasian, Kemenkop dan UKM Talkah Badrus mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi skema WP tersebut kepada kelompok sasaran.

“Misalnya sasarannya adalah mahasiswa, sebanyak 200 mahasiswa dikumpulkan untuk dilatih focus proposal bisnis. Kemudian, peserta akan diminta membuat proposal untuk dikompetisikan, dan dinilai mana yang layak secara bisnis. Peserta yang lolos akan mendapat bantuan modal WP,” tandas Talkah. sumber: Liputan6
Read more ...